Profil Sacitamuda

Our vision is for the social economics

Tentang Sacitamuda

Sacita Muda adalah perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, penelitian dan pemberdayaan masyarakat. Saat ini kami memiliki empat unit bisnis yang sedang dikembangkan, yaitu Sacita School of Social Business, TRAK (Biobriket), Janaka Beras Jagung, dan Sacita Research.

Fokus dan Produk SacitaMuda

Sacita School of of Social Business

Unit bisnis ini berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan.

selengkapnya

Sacita Research

Bisnis yang bergerak dalam bidang riset dan pengembangan.

selengkapnya

Trak biobriket

Trak briket merupakan biobriket yang berbahan baku dari limbah berupa chip kayu yang berasal dari industri serat rami.

selengkapnya

Janaka CornRice

Alternatif bahan pangan dari jagung putih.

selengkapnya

Tim SacitaMuda

CEO

Yeti Yuli Astuti

Seorang sarjana teknologi pertanian yang sejak lama mempunyai mimpi besar untuk mepunyai usaha sendiri. Seorang yang juga mempunyai perhatian lebih terhadap aktivitas sosial. Dan akhirnya mimpi dan perhatiannya terwujud lewat Sacita Muda. Melalui Sacita Muda, kini ia telah berkontribusi dalam pemeberdayaan lebih dari 6000 Wira Usaha Baru Jawa Barat.

Director

Anas Bunyamin

Anas Bunyamin, S.TP. , M.Si. menyelesaikan pendidikan sarjananya (2006) dan sekaligus gelar Master (2011) di Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB). Anas sempat menjadi pekerja sebuah perusahaan minyak yang sehari-harinya ada di tengah laut, namun kecintaannya pada dunia pertanian membawanya kembali berdekatan dengan dunia ini. Memulai karirnya sebagai dosen di Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjajaran. Anas telah banyak menghasilkan karya nyata, dalam bidang riset, diantaranya menjadi Ketua Peneliti di beberapa riset terkait teknologi proses bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Agroindustri di Jawa Barat, Nasional hingga Internasional.

Director

Dwi Purnomo

Dwi Indra Purnomo lulus doktor di umur 31 tahun dan untuk mengejar doktornya, pak Dwi harus pergi ke Bogor pagi hari dan kembali ke Bandung sebelum sore karena harus mengajar di Jatinangor UNPAD karena Beliau adalah dosen di Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Sumber energinya adalah ibunya. Dia adalah seorang yang sangat menyayangi Ibunya. Dia adalah seorang yang lebih senang diidentikkan dengan dunia Pendidikan dan Kewirausahaan Sosial. Saat ini Dwi dikenal sebagai penggiat inovasi dalam kurikulum Perguruan Tinggi dan Social Entrepreneurship dengan pendekatan Design Thinking. Salah satu karya nyatanya di masyarakat adalah dengan mencetuskan Komunitas The Local Enablers yang berfokus pada pendirian banyak start-up dengan platform social business. Dwi juga passionate dalam merancang beragam inovasi untuk membangkitkan beragam dampak positif bagi masyarakat yang bekelanjutan dengan beragam aktifitas yang memanfaatkan potensi lokal yang dipadukan dengan hasil riset, teknologi, kreatifitas dan rekayasa sosial. Penggunaan Design Thinking sebagai tools bagi Dwi sangat membantu dalam upaya pembangkitan beragam inovasi yang berkelanjutan. Atas kontribusinya yang besar dalam dunia kewirausahaan Dwi menadapatkan penghargaan sebagai Juara Penggerak Kewirausahaan Nasional 2015 dari Kemenpora.

Sacita Business School

Salamun Taofik Rifai

Salamun Taofik. S.P, M.P.Par (Opik). Lahir dan besar di pelosok desa di Cianjur. Sosok yang pintar, senang berbagi, rendah hati dan religius. Modal kuat yang membuat Opik lulus dari Agribisnis Fakultas Pertanian, Unpad (2012) dan penerima beasiswa LPDP untuk program Magister ITB di jurusan Perencanaan Pariwisata (2015). Dengan minat dan keahliannya dalam bidang publik speaking serta pelatihan kini Opik menjalankan usahanya sebagai CEO di Sacita School yang merupakan bagian dari unit usaha Sacitamuda yang fokus pada bidang pendidikan dan pemberdayaan melalui kegiatan seminar, workshop, pendampingan dan konsultan

Sacita Research

Marlis Nawawi

Marlis Nawawi (Marlis).Pemuda pelosok Cianjur yang terkenal tekun ini berhasil lulus S1 (2013) dan S2 (2015) dari Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. Aktif di berbagai organisasi termasuk juru dakwah kampus. Marlis yang tengah membantu pekerjaan dinas peternakaan diajak untuk membantu sebuah proyek penelitian dari komunitas The Local Enablers. Sejak itulah ia makin mengenal komunitas TLE dan tertarik untuk bergabung karena kebermanfaatan dari kegiatan-kegiatanya untuk masyarakat. Bagi Marlis, komunitas TLE itu adalah sebuah lingkungan dengan orang-orang yang memiliki nilai-nilai positif, semangat untuk terus berkarya dan menebar manfaat. Proses apapun dilakukan oleh setiap usaha di komunitas The Local Enablers selalu dicatat agar pengalaman bisa dikonversi menjadi ilmu. Sehingga segala data dan perkembangannya bisa tercatat dan bisa dipelajari oleh orang lain. Dengan dibuat sistematis, ilmu itu membuat orang lain berakselerasi lebih cepat. Dan Marlis mewujudkan itu melalui unit bisnis yang berfokus pada penelitian yaitu Sacitaresearch sebagai CEO.

Trak BioBriket

Trina Ruli Syawalia

Trina Runi Syawalia, S.TP (Runi). Kelahiran Bandung, 4 Mei 1990. Anak bungsu dari 3 bersaudara ini dulu mengaku anak manja dan banyak membantah. Runi yang hobi bermain badminton itu sempat mengenyam pendidikan menengah di Pesantren dan sejak kecil bercita-cita jadi insinyur. Namun takdir mengantarkannya pada jalan yang berbeda. melalui tema dekatnya, Yeti Yuli, Runi mulai mengenal komunitas The Local Enablers. Mojang Bandung yang halus tutur kata dan sikapnya itu mulai tercerahkan tentang makna pemberdayaan masyarakat, ia mengadaptasi semua nilai-nilai kebaikan dan proses dibalik sebuah usaha dalam komunitas The Local Enablers. Dan kini Runi tergabung dan ramah lingkungan yaitu Trak Bio Briket sebagai CEO.

Janaka cornrice

Aryanita Sembiring

Aryanita Sembiring bergabung sebagai CEO dalam salah satu Unit Bisnis Sacita Muda yaitu Janaka (Jagung Nasi untuk Kebaikan Anda). Janaka (JAgung Nasi untuk Kebaikan Anda) adalah pangan fungsional yang baik untuk kesehatan dan kebaikan Anda. Proses produksi yang dilakukan di Garut melibatkan masyarakat sekitar melalui proses pemberdayaan dan pendampingan hari demi hari. Satu hal yang membuat Nita puas melakukan semua ini adalah ketika melihat lingkungan yang dibangunnya bisa saling berdaya. Mereka punya potensi, dikombinasikan dengan riset yang Nita miliki, maka jadilah mereka maju bersama.

The wound is the place where the Light enters you